Kuliah Umum: Revolusi Industri 4.0

Prof. Dr. Sri Adiningsih, SE., M.Sc. (Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI.)
Ada dua ranah pembahasan yang berbeda antarasociety revolutiondanindustrial revolution. Yang pertama berhubungan dengan bagaimana manusia beradaptasi untuk bertahan hidup, dari berburu sampai dengan era informasi dan smart society. Yang kedua berhubungan dengan bagaimana produksi barang dilakukan oleh manusia, dari mekanisasi, produksi masal, otomatisasi, sampai dengancyber production. Namun demikian kedua nya sama-sama mengarah pada satu kondisi dimana manusia menggunakan teknologi dalam setiap aspek kehidupan mereka.
Khusus pada bidang ekonomi, transformasi manusia pada penggunaan teknologi menyebabkan tumbuhnya sektor ekonomi baru, yaitu ekonomi digital. Ditandai dengan banyak sekali munculstart-upyang mengubah cara manusia bertransaksi mulai dari e-commerce, logistic, transportasi, agen travel, pendidikan, pembayaran, investasi, perbankan, pasar modal, sampai dengan layanan kesehatan. Benar bahwa revolusi industri 4.0 berkembang dengan kecepatan eksponensial dan berpengaruh terhadap kehidupan manusia, maka ekosistem ekonomi digital Indonesia harus optimis menghadapi hal itu.
Demikian seperti disampaikan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI, Prof. Dr. Sri Adiningsih, SE., M.Sc., yang juga sekaligus sebagai Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM. Materi itu disampaikan dalam acara Kuliah Umum Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 3 Oktober 2019 bertempat di Auditorium Lantai 5 FEBI UIN Sunan Kalijaga. Tampak hadir pada acara tersebut Dekan FEBI Dr. H. Syafiq Mahmadah Hanafi, M.Ag., Wakil Dekan I dan III FEBI, para Kaprodi Sekprodi dan Dosen-dosen serta mahasiswa FEBI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Sri Adiningsih menambahkan, untuk menghadapi revolusi industri 4.0 perlu sumber daya manusia yang produktif dan kreatif. Mahasiswa dalam hal ini menjadi salah satu instrumen penting untuk menyambut optimisme penyiapan sumberdaya manusia di masa depan. Tentunya, kampus juga dituntut untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang berbasis digital, dengan mengakses informasi yang luas akan menumbuhkan pola pikir yang luas juga, serta akan menjadi modal kuat untuk menujusociety revolution 5.0yaitu menuju erasuper smart society.
Kuliah umum yang dimoderatori oleh Achmad Nurdany SEI., SE., MEK., ini meemang mengambil tema yang sedang banyak diperbincangkan yaitu Ekonomi Digital, sebuah paradigma baru perekonomian Indonesia. Masih menurut Sri Adiningsih, ekosistem ekonomi digital Indonesia optimis terus dapat berkembang dengan cepat. Hal itu didukung dengan infrastruktur pembangunan sistem yang terdiri dari rasio elektrifikasi yang sudah lebih dari 90 persen, penetrasi internet yang lebih dari 50 persen, pembangunan proyek palapa ring, regulasi-regulasi pendukung dan lain sebagainya. Materi yang disampaikan pada kuliah umum tersebut mendapat respon positif dan antusiasme yang luar biasa dari peserta yang hadir, baik dari kalangan mahasiswa maupun dosen-dosen FEBI UIN Sunan Kalijaga.