WEBINAR SERI 2 : MAHASISWA BERWIRAUSAHA? SIAPA TAKUT

Setelah terlaksananya webinar SEF (Shariah Economic Fair) 2020 yang pertama pada hari sabtu maka dilanjutkan lagi acara webinar yang ke-2 pada hari Minggu, 8 November 2020 yang berjudul “mahasiswa berwirausaha: siapa takut”. Murtadha Muthahhari menjadi pemateri kali ini yang dipandu oleh moderator yang bernama Nadia Aulia Rahmdea (mahasiswi program studi Ekonomi Syariah). Pemateri merupakan owner HAMMERCH (HAM Merchandise), Duta Kopma Nasional 2018, dan Ketua Umum Kopma UIN Sunan Kalijaga. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Program Studi Ekonomi Syariah, Dr. Abdul Qoyyum, SEI, M.Sc.Fin. Beliau menyampaikan bahwasanya salah satu profil lulusan Ekonomi Syariah adalah wirausahawan yang mengetahui kondisi bisnis serta mengetahui aspek tekonologi. Adapun sambutan yang kedua yaitu dari Wakil Dekan 3, Dr. Ahmad Salehudin, S.Th.I, M.A.. juga menyampaikan bahwa berwirausaha termasuk mengikuti Sunnah Nabi Muhammad yang dahulunya juga seorang wirausahawan atau pedagang. Alhamdulillah, acara berlangsung dengan lancar tanpa ada hambatan yang berat karena sebelumnya telah dibuka dengan lantunan ayat suci Al-quran yang dibawakan oleh Yusuf Naufal serta dipandu jalannya acara oleh Yulita Bimantari.
Pertama, pemateri menyampaikan terlebih dahulu yaitu tentang pengetahuan apa itu mahasiswa. Ia menyebutkan bahwa mahasiswa adalah orang yang belajar dalam perguruan tinggi. Peran-peran mahasiswa yaitu seperti peranan moral oleh karena itu haruslah memiliki tangungjawab moral. Selain itu dalam berwirausaha dibutuhkan etika dalam berbisnis, etika lingungan, etika sesame wirausahawan ataupun konsumen. Peran sosial dan intelektual juga dibutuhkan dimana mahasiswa harus peduli terhadap lingkungan sekitar dalam ranah organisasi dimana mahasiswa mengamalkan apa yang ia dapatkan dalam pembelajaran saat kuliah. Sebutan yang sering melekat pada mahasiswa yaitu direct of change, agent of change, iron stock, moral force, social control. Berikut beberapa karakter utama unggul yang harus dimiliki sorang mahasiwa yaitu rasional, radikal cerdas, idealis, inovatif, kritis, kreatif, revolusioner, intelek, militant.
Pembahasan selanjutnya yaitu mengenai wirausaha. Dalam Kamus BEsar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. Saat menjadi wirausahawan maka ia adalah seorang inovator dan penemu. Oleh karena itu, mahasiswa dengan memiliki kemampuan intelektual dan berwirausaha dituntut untuk melakukan penemuan-penemuan inovatif. Kelebihan dalam berwirausaha yaitu, membuka lapangan kerja, meningkatkan kreatifitas, mendapatkan keuntungan, dan memiliki kepemimpinan dalam diri. Setiap kelebihan pasti ada kekurangan. Kekurangan dalam berwirausaha yaitu, tidak memiliki kepastian waktu, risiko kehilangan berbagai investasi, beban kerja lebih berat, kesulitan dalam membuat keputusan, banyak kemampuan lain yang harus diasah. Maka tidak heran banyak pemimpin yang sebelumnya menjadi pengusaha karena sudah dilatih dalam membuat keputusan.
Latar belakang utama mahasiswa dalam berwirausaha, seperti biaya kulliah, membantu perekonomian keluarga, ataupun biaya tersier. Faktor pendudkung seperti waktu luang, peran dan keunggulan mahasiswa, bisnis saat ini bisa tanpa modal awal, banyak modal pendanaan, resesi Indonesia. Saat mahasiswa ingin memulai berwirausaha dapat melakukan penelitan supaya dapat berjalan lancar dan apabila terjadi kekurangan supaya dapat dikoreksi dan diperbaiki. Untuk menghilangkan ketakutan dalam berwirausaha haruslah melangkah dahulu karena kalau tidak maka ketakutan-ketakutan akan datang terus-menerus. Perlu dilakukan perhitungan sebelum memulai supaya terarah. Oleh karena itu harus diseimbangkan antara akademiak dan berwirausaha begitu pula dengan semangat untuk melangkah dari ketakutan. Belajar dari kesalahan sangatlah penting dalam berwirausaha dari diri sendiri maupun belajar dari kegagalan dari orang lain. Semangat melangkah dan bangkit kembali saat jatuh. Itulah prinsip dalam berwirausaha.
Penulis : Hanifa Salsabilla