Workshop Game Theory Tingkatkan Kompetensi Dosen dan Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah

Yogyakarta (17/6) - Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (UIN SUKA) mengadakan Workshop Game Theory Model pada 15-16 Juni 2022 lalu. Acara yang bertempat di University Hotel tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan III FEBI, Ketua Prodi, Sekretaris Prodi, serta dosen dan mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah.

Acara dibuka oleh Bapak Dr. Abdul Qoyum, S.E.I. M.Sc.Fin., selaku Kaprodi Ekonomi Syariah, kemudian dilanjut dengan sambutan oleh Wakil Dekan III FEBI, yakni Dr. Ahmad Salehudin, S.Th.I., M.A. dan dilanjut acarapre-test untuk mengukur pemahaman peserta sebelum diadakannya pelatihan. Setelah itu, materi dipaparkan oleh narasumber Bapak Rimawan Pradiptyo, S.E., M.Sc., Ph.D. Beliau merupakan Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada.

Bapak Rimawan, selaku narasumber menyampaikan bahwa terdapat dua jenis metode pengambilan keputusan, yakni decision theory dan game theory. Pengambilan keputusan dalam game theory mempertimbangkan respon keputusan lawan, sedangkan dalam decision theoryhanya berfokus pada optimalisasi keputusan individu dengan mengasumsikan sikap lawantetap. Secara umum, materi yang dibahas dalam pelatihanini meliputi Pengantar Game Theory, Game 2x2 dan One-Shot Game, Penentuan Strategi Dominan, Finitely Repeated Games dan Automata, Infinitely Repeated Game, Extensive Form Game dan Chain Store Paradox, Game with Asymmetric Information (Production Games), dan Game with Asymmetric Information dengan Contoh Sistem Penggajian Sektor Publik di Indonesia.

Acara diakhiri dengan post-testdan didapat 3 juara yang berhak mendapat hadiah.Mereka adalah Ahmad Ashnov, mahasiswa ProdiEkonomi Syariah Angkatan 2019 sebagai peserta teraktif, Naila Muhimmatul Ifadah, mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah Angkatan 2019 sebagai peserta dengan nilai post-testtertinggi, dan M. Nabil Falih, mahasiswa ProdiEkonomi Syariah Angkatan 2020 sebagai peserta paling progresif.

Menurut Nabil, juara peserta paling progresif, workshop ini sangat menarik dan ia sangat antusias mengikutinya. "Materi ini bisa dibilang sangat jarang dibahas, padahal ini merupakan sesuatu yang mendasar dan banyak diimplementasikan pada kehidupan kita. Dengan mempelajari Game Theory, kita tahu kalau matematika ekonomi yang penuh dengan kepentingan itu jauh berbeda dengan matematika biasa," ungkapnya.

(Aris Munandar)